5 Tren Social Media Marketing 2023, Ayo Siapkan Dari Sekarang!
5 Tren Social Media Marketing 2023, Ayo Siapkan Dari Sekarang!
Nampaknya, tren social media marketing di tahun 2023 mendatang tidak akan ada perubahan yang begitu drastis dibandingkan dengan tahun ini.
Akan tetapi, tentunya ada beberapa area baru yang bisa kamu eksplor supaya strategi social media marketing-mu semakin efektif.
Penasaran akan seperti apa trennya di tahun depan?
Langsung saja disimak rangkuman berikut ini!
1. TikTok
Tren social media marketing 2023 sepertinya akan erat kaitannya dengan popularitas media sosial yang satu ini.
Meski pengguna aktif TikTok belum melebihi sosial media lain seperti Instagram dan Facebook, Tiktok merupakan aplikasi media sosial yang paling banyak di-download sepanjang awal tahun 2022.
Mulai dari Gen Z, milenial, bahkan hingga baby boomer, semuanya mulai beralih pada TikTok untuk mencari sumber hiburan. Itulah mengapa banyak konten viral yang berasal dari sana.
Popularitas TikTok ini perlu dipertimbangkan oleh marketer untuk menjangkau target pasar mereka seluas-luasnya.
2. Nano influencer marketing
Dalam hal influencer marketing, kini istilah makro, mikro, dan nano influencer wajib dipahami oleh para marketer.
Istilah tersebut merujuk pada kategorisasi ukuran audiens atau popularitas seorang influencer dengan nano sebagai kategori paling kecil atau pemula.
Lantas, mengapa mereka akan menjadi salah satu tren di tahun depan?
Influencer terkenal terkadang tidak menjamin kesuksesan campaign. Sementara, influencer nano cenderung memiliki komunitas yang lebih terhubung dengan satu sama lain.
Dengan begitu, review dari mereka akan terasa lebih natural bagi followers-nya, seperti seorang teman yang sedang memberi saran.
3. Social media ads
Tren social media marketing 2023 selanjutnya adalah meningkatnya penggunaan social media ads.
Brand sebenarnya dapat mengusahakan pertumbuhan organik bagi strategi marketing-nya.
Namun, algoritma media sosial sering kali memprioritaskan postingan dari akun yang sering berinteraksi dengan user sebagaimana dilansir dari Web FX.
Hal tersebut berlaku baik itu untuk akun teman, sahabat, atau keluarga. Artinya, brand perlu bersaing agar konten mereka dapat menjangkau target audiens yang luas dan tepat.
Di sinilah peran paid advertising jadi sangat diperhitungkan.
4. Augmented reality
Pengintegrasian teknologi augmented reality (AR) pada media sosial tidak hanya menambah keseruan, tetapi juga bisa dijadikan sebagai alat bantu brand dalam menjalankan kampanyenya.
Bagaimana bisa?
Filter kuis, game, atau produk make up yang sering kamu gunakan adalah contoh dari hasil teknologi AR.
Apabila menarik, filter tersebut bisa digunakan oleh banyak orang yang nantinya akan membantu eksposur brand atau kampanye yang sedang dijalankan.
5. Social commerce
Social commerce bisa jadi salah satu tren social media marketing di tahun 2023 mendatang. Apa itu social commerce?
Kamu mungkin sadar bahwa saat ini Instagram dan TikTok mulai menonjolkan fitur belanja online. Pengguna bisa langsung melihat-lihat produk dan melakukan transaksi pembelian.
Inilah yang dinamakan social commerce, yaitu penyatuan aktivitas belanja dengan platform media sosial.
Jadi, mulai dari sekarang dan seterusnya, media sosial tidak hanya berfungsi untuk berinteraksi dan berjejaring, tetapi juga sebagai tempat jual beli.
Marketer dapat memanfaatkan tren ini untuk memaksimalkan branding, mengingat orang-orang pasti lebih sering membuka media sosial dibandingkan dengan aplikasi e-commerce.

Komentar
Posting Komentar