Prediksi Tren Media Sosial 2023 Lainnya
Prediksi Tren Media Sosial 2023 Lainnya
Setelah membahas setiap tren pada platform media sosial, ada prediksi lainnya terkait tren media sosial 2023 dari berbagai sumber yang patut dipertimbangkan.
Simak pembahasannya di bawah ini.
1. Perubahan tren UGC
User-generated content (UGC) menjadi perhatian para marketer beberapa tahun belakangan karena dianggap efektif untuk memberikan sisi autentik dari sebuah akun media sosial, khususnya brand.
Selain itu, UGC dapat meningkatkan loyalitas karena konsumen merasa dihargai dan spesial di mata brand.
Namun, seiring berjalannya waktu, generasi Z mulai memahami UGC dengan definisi yang berbeda menurut laporan dari Hootsuite.
Alih-alih dianggap sebagai sebagai bukti yang autentik dari sebuah produk, generasi Z menganggap UGC saat ini sebagai konten yang dibuat oleh freelance marketer atau micro-influencer khusus untuk sebuah bisnis.
Satu-satunya solusi dalam hal ini adalah menggunakan content creator yang tepat dengan kemampuan membuat konten video yang mampu menarik perhatian target pasar.
2. SEO akan menggantikan hashtag
Hootsuite juga melaporkan bahwa di masa depan, SEO akan menggantikan hashtag.
Berdasarkan riset internal Google, 40% pengguna dengan rentang umur 18-24 tahun menggunakan media sosial sebagai mesin pencari utama.
Kemudian menurut hasil riset internal Hootsuite, caption yang disusun berdasarkan kata kunci meningkatkan reach sebesar 30% daripada hashtag.
Artinya, pekerja di media sosial kini harus mampu menggunakan strategi kata kunci pada setiap kontennya.
Sebagai contoh, kamu bisa menambahkan kata kunci di nama akun, bio, alt-text, hingga caption.
3. Pentingnya caption di video-based content
Masih berbicara mengenai caption, tren media sosial 2023 selanjutnya adalah pentingnya penggunaan caption di konten berbasis video.
Menurut Hootsuite, sejak tahun 2008 ketika Facebook dan YouTube merilis aplikasinya, banyak pengguna media sosial yang menonton video tanpa suara, terutama di ruang publik.
Faktanya, 80% dari pengguna akan menonton video hingga selesai jika menggunakan caption.
Kini, ketika TikTok menguasai media sosial dengan konten video-based, baik brand maupun individu harus mempertimbangkan penggunaan caption pada video agar pengguna bersedia menonton hingga akhir.
Selain itu, pastikan caption menggunakan keyword agar menarik perhatian pada detik-detik pertama.
4. Customer service tak kalah penting
Tren selanjutnya adalah mengenai customer service di media sosial.
Menurut Talkwalker, 75% konsumen menyatakan bahwa pandemi memengaruhi perilaku dan preferensi mereka, salah satunya adalah urgensi.
Artinya, konsumen merasa waktu merupakan hal yang berharga dalam interaksi dengan brand.
Ketika brand tidak mampu memberikan pelayanan terbaik dalam menanggapi keluhan atau pertanyaan konsumen, maka konsumen akan kehilangan kepercayaan.
Solusinya adalah memprioritaskan konsumen dengan menyediakan dukungan, informasi, serta jalan keluar dari masalah yang dialami.
Media sosial menjadi salah satu channel untuk memaksimalkan kegiatan ini. Makanya, penting untuk dengan segera membalas keluhan konsumen atau sekadar berinteraksi di media sosial guna membangun kepercayaan.
5. Memprioritaskan komunitas
Menurut Talkwalker, sudah saatnya brand menggunakan media sosial untuk saling terhubung dengan komunitas.
Alih-alih hanya fokus membangun persona, menargetkan komunitas brand yang lebih luas kini harus dipertimbangkan sebagai prioritas.
Tujuannya adalah untuk mendapatkan insight mengenai karakteristik dan ekosistem konsumen.
Dengan begitu, brand akan lebih paham siapa stakeholder yang tepat untuk membicarakan produk yang ditawarkan oleh brand.
Hal ini bisa melibatkan influencer, karyawan, hingga konsumen itu sendiri.
Nah, itulah prediksi tren media sosial 2023 yang dirangkum oleh Glints. Semoga artikel ini dapat membantu kamu menyusun strategi penggunaan media sosial yang tepat baik untuk brand maupun pribadi.

Komentar
Posting Komentar